Masyarakat Jepang terkenal di dunia karena kecerdasan, kesopanan, kesehatan dan etos kerjanya yang baik.
Meskipun tumbuh di kawasan Asia Timur, berbagai negara di Eropa dan Amerika menjadikan negara tirai bambu menjadi salah satu percontohan.
Namun, mengapa negara ini menjadi sangat unik dan berbeda dengan yang lain?
Apa yang sebenarnya diajarkan kepada siswa-siswa Jepang sehingga bisa menempati peringkat atas dibeberapa bidang?
Dilansir brightside.me, berikut 9 fakta menarik tentang pendidikan jepang:
1. Sopan Santun sebelum tes akademik
Di Jepang, para siswa tidak memperoleh ujian apapun sampai mereka mencapai kelas empat (usia 10).
Mereka hanya mengambil tes kecil. Hal ini diyakini bahwa tujuan tiga tahun pertama sekolah bukan untuk menghakimi pengetahuan atau belajar anak.
Mereka fokus untuk belajar sopan santun dan untuk mengembangkan karakter diri.
2. Tahun ajaran dimulai pada tanggal 1 April
Berbeda dengan sekolah dan universitas di berbagai negara di dunia yang memulai kalender akademik pada September atau Oktober.
Jepang memulainya pada bulan April dimana terjadi musim cherry blossom.
3. Tidak ada cleaning service, murid melakukannya sendiri
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan timwork mereka.
Para murid diharapkan dapat saling menghargai pekerjaan mereka sendiri dan teman-teman satu timnya.
4. Makan siang diberi oleh sekolah, terstandarisasi, dan makan di dalam ruang kelas
Pemerintah Jepang berusaha yang etrbaik untuk memastikan muridnya memperoleh makanan sehat dan seimbang.
Bahkan makanan yang disediakan tidak hanya dimasak oleh chefs profesional, tetapi juga dirancang oleh ahli gizi.
5. Preparatory school disediakan untuk memperoleh SMP /SMA yang lebih baik
Pihak sekolah sering mengadakan program tambahan untuk siswa-siswanya dalam rangka memperoleh sekolah lanjutan yang baik.
Bahkan jam tambahan ini dilalukan pada weekend. 6. Ada mata pelajaran kaligrafi Jepang dan puisi
Di Jepang, siswa diajarkan menulis kaligrafi jepang (Shodo) dan Haiku (puisi).
Dua matapelajaran ini mengajarkan anak-anak Jepang tentang menghormati budaya dan tradisi yang mereka punya selama berabad-abad.
7. Semua siswa harus memakai seragam
Hampir semua sekolah SMP mengharuskan mahasiswa untuk mengenakan seragam sekolah.
Sementara beberapa sekolah memiliki pakaian mereka sendiri, tradisional seragam sekolah Jepang terdiri dari gaya militer untuk anak laki-laki dan pakaian pelaut untuk anak perempuan.
Kebijakan seragam dimaksudkan untuk menghilangkan kesenjangan sosial di antara siswa dan membuat mereka semangat bekerja. Mungkin kita semua telah bolos setidaknya sekali dalam hidup. Namun, mahasiswa Jepang tidak melewatkan kelas, juga tidak datang terlambat ke sekolah. Selain itu, sekitar 91% dari murid di Jepang tercatat tidak pernah bolos, dan mengabaikan apa yang diajarkan gurunya.
9. Terdapat satu ujian yang menentukan masa depan siswa Pada akhir SMA, siswa Jepang harus mengambil ujian yang sangat penting yang menentukan masa depan mereka. Siswa dapat memilih salah satu perguruan tinggi yang mereka ingin, dengan persyaratan skor tertentu. Jika seorang siswa tidak mencapai skor tersebut mungkin tidak pergi ke perguruan tinggi. Persaingan sangat tinggi, hanya 76% yang melanjutkan pendidikan setelah SMA.
