Monday, October 17, 2016

Pemerkosaan Terhadap Anak dimata Psikolog Tika Bisono


Pemerkosaan Terhadap Anak dimata Psikolog Tika Bisono

Pemerrkosaan Terhadap Anak dimata Psikolog Tika Bisono Maraknya kasus perkosaan terus menimbulkan keprihatinan terlebih anak anak dibawah umur juga termasuk menjadi korban. Tidak ada ruang aman bagi wanita baik dewasa maupun anak anak. Sarana transportasi juga menjadi tempat berbahaya, bahkan keluarga atau rumah, bukannya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi seseorang tapi justru menjadi lubang neraka. Setidaknya bagi beberapa orang tentunya.
Pemerkosaan yang terjadi pada anak dilakukan oleh orang terdekat korban, menurut Tika Bisono seorang psikolog Universitas Indonesia , adalah penyimpangan sosial yang boleh jadi karene depresi kemudian mengarah kepada rusaknya pola pikir pelaku. “Bisa saja pelaku frustasi dengan kehidupannya sendiri, kemudian mencari pelampiasan, dan anggota keluarga yang jadi target,” ujar Tika kepada media masa, 13 Februari 2013.
Banyaknya perceraian yang terjadi juga menjadi sebab pemerkosaan terhadap anggota keluarga terdekat. “Kan jadi banyak ayah tiri. Ya, ini memang enggak bisa dipukul rata, tapi ini juga salah satu sebab,” kata Tika. Ditambahkannya pula, anggapan harus menurut kepada orang tua kadang ditelan bulat-bulat sehingga ini menjadi alasan anak harus selalu menuruti apapun perintah orang tua, termasuk memenuhi nafsunya. Kebanyakan kasus pemerkosaan oleh orang terdekat ini dipaksa secara psikologis atau bentuknya berupa rayuan. “Kadang juga kan diiming-imingi hadiah,” ujarnya.


Kata-kata “harus nurut orang tua” inilah, menurut Tika menyebabkan ada masa-masa diam dahulu, sebelum korban akhirnya melapor kepada ibunya. “Bentuknya jadi soft terror,” kata Tika. Tindak kriminal yang dilakukan orang dekat korban ini, lanjut Tika, dapat terjadi juga karena ibu-ibu yang terlalu sibuk di luar rumah sehingga kurang memperhatikan perubahan perilaku sang anak. “Jarang ada yang peka sama bahasa tubuh anak,” kata dia.


Contoh kasus perkosaan yang dilakukan oleh orang terdekat baru-baru ini terjadi pada PD. PD, 18 tahun,  kemarin mendatangi Polres Jakarta Timur untuk melaporkan perbuatan ayahnya, DP, 42 tahun.  Kepada penyidik, PD mengungkapkan sudah diperkosa oleh ayahnya sendiri sejak berusia 13 tahun. Juga bocah berusia 9 tahun, ZC, yang dua pekan lalu melaporkan telah diperkosa ayah tirinya ke Komisi Nasional Perlindungan Anak.
Banyak lagi kasus serupa diatas yang juga dilakukan oleh anggota keluarga bahkan seorang kakak terhadap adiknya, paman terhadap keponakannya. Belum lagi jika hanya berupa tindakan kategori pelecehan seksual yang tingkatnya lebih ringan.

Membangun Rumah Tangga Islami

Tidak bisa dipungkiri bahwa masalah yang terjadi pada masyarakat selalu dapat diurut kembali kepada kondisi di rumah. Untuk kasus pemerkosaan diatas jika mau ditelah lebih dalam Islam telah memberikan beberapa pondasi dalam membangun sebuah keluarga. Jika pondasi ini dapat diciptakan dengan baik maka problem sosial dapat dicegah semenjak dini.


1. Islam mengajarkan bahwa untuk anak harus dipisahkan tidurnya antara laki laki dengan perempuan, terutama ketika sudah menjelang akil baliq. Tentunya pondasi ini untuk beberapa kalangan keluarga muslim terlihat sulit untuk dilaksanakan, apalagi penyebabnya kalo tidak karena faktor klise, kemampuan ekonomi. Bagaimana mungkin sebuah keluarga muslim dengan taraf ekonomi lemah mampu menyediakan kamar lebih untuk anaknya.


2. Islam juga mengajarkan etika ketika memasuki kamar diharuskan mengetuk pintu atau meminta izin terlebih dahulu. Terutama ketika anak hendak masuk kedalam kamar orang tuanya. Keadaan yang sering terjadi adalah justru seluruh anggota keluarga bisa  tidur bersama antara orang tua dana anaknya baik laki maupun perempuan. Inilah yang menjadi akar permasalahan bahwa ruang privasi tidak terjadi.


3. Minimnya kegiatan keagamaan seperti membaca Alqur’an atau sholat bersama seluruh anggota keluarga setidaknya secara sosial membentuk hubungan positif antar anggota keluarga. Sekiranya kejadian seperti ini menjadi pelajaran berharga bagi keluarga muslim lainnya dan jangan pernah berfikiran bahwa kondisi itu tidak akan menimpa pada keluarganya.  Terlebih kondisi pergaulan yang sudah diluar batas norma agama semakin sulit dibendung oleh orang tua. Berjaga jaga tentu menjadi langkah yang terbaik.