Saran Tika Bisono agar Kekerasan Anak Tak Terjadi Lagi

Alami trauma (Foto: Google)
DUNIA pendidikan belum lama ini sempat digemparkan
oleh terungkapnya kasus pelecehan seksual terhadap murid Taman
Kanak-Kanak di sekolah bertaraf internasional Jakarta Internasional
School (JIS). Kini, kasus pelecehan di JIS masih terus diselidiki,
tetapi apakah
kasus kekerasan serupa masih dimungkinkan terjadi kembali?
Psikolog Tika Bisono mengatakan bahwa kasus pelecehan seksual terhadap murid sekolah seperti di JIS merupakan rapor merah dalam dunia pendidikan. Bahkan, Tika Bisono tak sungkan untuk mengatakan kasus-kasus serupa masih akan terjadi lagi ke depannya.
Psikolog Tika Bisono mengatakan bahwa kasus pelecehan seksual terhadap murid sekolah seperti di JIS merupakan rapor merah dalam dunia pendidikan. Bahkan, Tika Bisono tak sungkan untuk mengatakan kasus-kasus serupa masih akan terjadi lagi ke depannya.
"Kebetulan kasus ini menasional, buat saya ini kasus yang kesekian
kalinya terjadi dan saya yakin akan masih terulang kembali," jelasnya
Tika Bisono pada acara bertema “Dompet Dhuafa Gandeng GNOTA, Move On
untuk Pendidikan Anak Indonesia” di Blok M Plaza, Jakarta, Jumat
(2/5/2014).
Tika yakin kasus serupa bukan tidak mungkin akan terjadi kembali karena
kurangnya tindakan tegas dari Kementerian Pendidikan dan Budaya
(Kemendikbud) sebagai public policy. Seharusnya, Tika Bisono berpendapat, sebagai public policy
Kemendikbud bertindak tegas dengan mencabut izin beroperasi kepada
pihak sekolah, tidak hanya dalam kasus JIS tetapi juga kasus-kasus
lainnya.
"Misalnya kasus kekerasan di STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran),
Mendikbud hanya mengatakan, ‘Tolong kasus ini diituntaskan’. Saya pikir
seharusnya lebih tegas dari itu," tandas Tika.
Oleh karena itu, Tika yakin kasus-kasus kekerasan terhadap anak-anak,
baik di lingkungan sekolah atau masyarakat akan terjadi lagi bila tidak
ada tindakan tegas kepada
pelakunya. Terlebih lagi, Tika mengatakan bila dirinya baru mendapat
kabar mengenai adanya seorang anak dipukuli dan "dikerjain" oleh
teman-temannya.
"Tidak mungkin kalau tidak terjadi lagi karena pasti akan terjadi. Bahkan, baru saja di Depok saya dengar ada anak sekolah dipukuli dan dikerjain oleh sama teman-temannya," tandasnya.