Monday, October 17, 2016

Saran Tika Bisono agar Kekerasan Anak Tak Terjadi Lagi

Saran Tika Bisono agar Kekerasan Anak Tak Terjadi Lagi

Saran Tika Bisono agar Kekerasan Anak Tak Terjadi Lagi
Alami trauma (Foto: Google)
DUNIA pendidikan belum lama ini sempat digemparkan oleh terungkapnya kasus pelecehan seksual terhadap murid Taman Kanak-Kanak di sekolah bertaraf internasional Jakarta Internasional School (JIS). Kini, kasus pelecehan di JIS masih terus diselidiki, tetapi apakah 
 
 
kasus kekerasan serupa masih dimungkinkan terjadi kembali?
Psikolog Tika Bisono mengatakan bahwa kasus pelecehan seksual terhadap murid sekolah seperti di JIS merupakan rapor merah dalam dunia pendidikan. Bahkan, Tika Bisono tak sungkan untuk mengatakan kasus-kasus serupa masih akan terjadi lagi ke depannya.

 
"Kebetulan kasus ini menasional, buat saya ini kasus yang kesekian kalinya terjadi dan saya yakin akan masih terulang kembali," jelasnya Tika Bisono pada acara bertema “Dompet Dhuafa Gandeng GNOTA, Move On untuk Pendidikan Anak Indonesia” di Blok M Plaza, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

 
Tika yakin kasus serupa bukan tidak mungkin akan terjadi kembali karena kurangnya tindakan tegas dari Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) sebagai public policy. Seharusnya, Tika Bisono berpendapat, sebagai public policy Kemendikbud bertindak tegas dengan mencabut izin beroperasi kepada pihak sekolah, tidak hanya dalam kasus JIS tetapi juga kasus-kasus lainnya.

 
"Misalnya kasus kekerasan di STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran), Mendikbud hanya mengatakan, ‘Tolong kasus ini diituntaskan’. Saya pikir seharusnya lebih tegas dari itu," tandas Tika.

 
Oleh karena itu, Tika yakin kasus-kasus kekerasan terhadap anak-anak, baik di lingkungan sekolah atau masyarakat akan terjadi lagi bila tidak ada tindakan tegas kepada pelakunya. Terlebih lagi, Tika mengatakan bila dirinya baru mendapat kabar mengenai adanya seorang anak dipukuli dan "dikerjain" oleh teman-temannya.

 

"Tidak mungkin kalau tidak terjadi lagi karena pasti akan terjadi. Bahkan, baru saja di Depok saya dengar ada anak sekolah dipukuli dan dikerjain oleh sama teman-temannya," tandasnya.