Sunday, October 23, 2016

News Jakarta Akan Membayar Biaya Pendidikan Anak-Anak Korban Runtuhnya Jembatan

Jakarta Akan Membayar Biaya Pendidikan Anak-Anak Korban Runtuhnya Jembatan

                                                                                          foto kejadian
 
Pemerintah DKI Jakarta akan mengambil tanggung jawab untuk runtuhnya jembatan penyeberangan di Jakarta Selatan dan menanggung biaya pendidikan untuk anak-anak dari salah satu korban, Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama menyatakan.

Tiga orang tewas dan enam luka-luka setelah sebuah jembatan penyeberangan ambruk di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, saat hujan deras pada hari Sabtu. Para korban yang meninggal itu Sri Hartati, 52, Aisyah Zahra Ramadhani, 8, dan Lilis Lestari Pancawati, 43, semuanya warga dari Depok, Jawa Barat.

Lilis adalah seorang janda dan meninggalkan dua anak, yang merupakan mahasiswa di sekolah SMP dan SD.

 
“Jika anak-anak tidak memiliki keluarga yang dapat menanggung biaya kuliah mereka, kami akan membayar mereka meskipun mereka adalah penduduk Depok,” kata Ahok di Balai Kota, Senin, menambahkan bahwa ia telah meminta badan kesehatan kota untuk memeriksa para korban yang luka-luka.

Ahok mengatakan ia telah menginstruksikan stafnya untuk mengaudit semua jembatan pejalan kaki di Jakarta dan untuk menghancurkan setiap jembatan dalam kondisi tidak dapat diterima untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi.

Pemerintah kota akan menggunakan dana kompensasi dari pengembang untuk jembatan baru di kota dan untuk mempercepat pembangunan. Ini akan memakan waktu lebih lama bagi pemerintah kota untuk meningkatkan jembatan pejalan kaki karena harus sesuai proyek, Ahok mengaku.

Masih terlalu banyak jembatan pejalan kaki tua dan tidak aman di ibukota, Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja mengakui setelah runtuhnya baru-baru ini salah satu jembatan seperti di Jakarta Selatan, yang menewaskan tiga orang.

 
“Jembatan pejalan kaki di kota tua. Hampir semua dari mereka dibangun dengan kerjasama dari perusahaan swasta, iklan yang dipasang pada mereka,” kata Ahok wartawan di Balaikota, Senin.

Masih ada beberapa kontrak saat ini dengan perusahaan swasta, meskipun ia mengatakan pemerintahannya telah dilarang menampilkan iklan di jembatan penyeberangan.

Pemerintah DKI Jakarta, melalui Dinas Perhubungan Jakarta, akan membangun sebuah model baru dari jembatan pejalan kaki untuk menggantikan mereka yang kontrak dengan perusahaan swasta telah habis. model akan sama dengan orang-orang di Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat.

 
“Mereka akan jembatan penyeberangan terbuka tanpa dinding untuk bertindak sebagai perangkap angin. Jembatan yang terbuka juga akan mencegah kejahatan di jembatan,” katanya.