Thursday, October 20, 2016

GURUH SOEKARNO MENGAKU KHAWATIR DENGAN KONDISI PENDIDIKAN ANAK













MENGAKU KHAWATIR DENGAN KONDISI PENDIDIKAN ANAK



Guruh Soekarno Putra mengaku prihatin dengan kondisi pendidikan usia dini saat ini. Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI itu menyarankan agar taman kanak-kanak yang dibangun tidak mengedepankan kebudayaan asing.


Guruh menilai anak-anak Indonesia saat ini lebih banyak dikenalkan pada budaya asing, semisal cerita Cinderella. Hal ini tentunya membuat budaya Indonesia tergerus karena tidak diperhatikan unsur budaya atau sejarahnya.
Padahal ada banyak cerita legenda Indonesia yang bagus.


"Efek dari pengenalan budaya asing sejak usia dini pada anak-anak akan mengurangi rasa nasionalisme dan mencintai budayanya sendiri, dampaknya bisa seperti itu. Oleh karena itu peran pemerintah sangat penting sekali dalam hal ini," kata Guruh, Senin (3/10).
Keprihatinan itu sekaligus masukan terhadap penyanyi dangdut Dea Nurhayati yang baru saja mendirikan taman kanak-kanak untuk warga sekitar Desa Gunung Sari, Citeureup, Jawa Barat.


Menurut Guruh, anak usia dini harus dikenalkan pada sejarah atau budaya bangsa Indonesia.
"Saya berharap Dea Nurhayati memperhatikan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak. Jangan memprioritaskan budaya asing semisal jangan banyak menampilkan cerita dari barat atau budaya Arab," ucapnya.


Sementara itu, Dea Nurhayati menyambut baik masukan yang diberikan oleh putra mantan Presiden Soekarno tersebut. "Tentunya masukan Mas Guruh Soekarno, sangat bagus sekali. Kami akan mengupayakan agar saran Mas Guruh bisa dilaksanakan di TK ini," ujarnya.
Terlebih Dea mengaku langkahnya membangun TK di desa tersebut semata-mata dikarenakan warga sekitar masih banyak yang belum mementingkan pendidikan usia dini bagi anak-anaknya.


"Alasan saya membangun sekolah ini dikarenakan di desa ini, orangtua masih jarang yang memperhatikan pendidikan bagi anak-anaknya yang masih kecil," ucapnya.